FANFICTION GAMES “Five Songs Challenge”
[
Silakan pilih dan mainkan 5 judul lagu yang berbeda, dengarkan dan beri dirimu
waktu 2 menit untuk menuliskan cerita tentang lagu yang baru saja kau dengar.
Games ini untuk mengetes kecepatan berfikir kita dalam merangkai kata. Jangan
curang, dan lihat hasilnyaa :D ]
Contoh
:
Five
Songs Challenge "Love Like a Music"
Author : Meilinda Cho
Length : Contains of 5 drablles
Casts : Various Artist
Rating : General
Genre : Angst, Action, Comedy, Horror, Romance
Disclaimer : Saya mungkin gak pandai membuat diksi,
saya mungkin juga gak begitu bagus merangkai kata. Tapi cerita ini murni dari
otak saya sendiri. All casts dan Soundtrack adalah miliknya sendiri dan
manajemennya. Saya hanyalah author yang meminjam namanya J.
[Kutukan
Bernama Cinta]
SNSD - Diamond
When
the snow begins to fly, above the smoky, smoky sky, you came
Along
like a snowflake, and brightened up my day.
Hawa
dingin merasuk ke pori-pori kulitku. Salju sudah turun, mantel dan jaket yang
melilit tubuhku serasa tidak ada gunanya. Aku melihat arloji ditanganku, jam sudah menunjukan pukul 9 malam.
"Aissh,
oppa lama sekali menjemputku, kemana orang itu?."
Aku
meraih telepon genggamku yang sudah dingin seperti es batu. Kutekan keypadnya dengan kasar, dan
menulis nomor kakakku yang pabo itu.
TUUUUUT TUUUUT
Tidak
ada jawaban...
Aku
mencoba menelponnya lagi,
"Yeoboseyo..."
"YA!!!
KAU ADA DIMANA? AKU SUDAH MENUNGGUMU DARI TADI!," emosiku langsung meledak
begitu kudengar suaranya.
“Mi-mianhae, sepertinya aku tidak bisa
menjemputmu. Min Young tiba-tiba demam tinggi jadi….”
“Cih,
Aku ini adikkmu, wae kau hanya
perhatian padanya?.”
“Bukan
begitu, tadi aku sudah mencoba menghubungimu tapi….”
“Ah
masa bodoh, aku benci kau!!!,”
Aku
langsung menutup teleponnya tanpa mau mendengar alasannya. Tiba-tiba Handphoneku bergetar, Itu panggilan dari
kakakku. Aku malas bicara dengannya lagi. Segera kulepas baterainya dari tempatnya, lalu kulempar entah
kemana.
Air
mataku jatuh, Kusandarkan tubuhku di tiang penyangga halte bus, mungkin kini
tangisanku lebih deras daripada salju yang turun. Orang tuaku sudah meninggal,
bagiku kakakku yang paling kusayangi, tapi kakak berubah sejak bertemu wanita
jalang itu, wanita yang kini menyandang status sebagai kekasihnya!.
1
detik… 2 detik… aku menyadari sesuatu,
“Waaaah
Paboya!, wae kulempar baterainya?,” Aku langsung melompat ke semak-semak dan
segera mencarinya, jika tidak ada Hp,
bagaimana aku bisa mencari bantuan?
Tanganku
mulai gemetar karena kedinginan, memilah butiran-butiran salju yang menumpuk.
Kepalaku sudah mulai pusing menahan suhu dingin. Ini sudah malam, apa ada orang
disini? Seseorang tolong aku!
Tiba-tiba
sesuatu yang hangat menyentuh pundakku, “Hey, Apa ini millikmu?.”
Oh, I have to hear your voice, the one that brings me joy
And your warmth slowly wraps around my heart… boy, can’t you see?
Aku
mengalihkan pandanganku, jantungku serasa berhenti ketika melihat senyumnya,
senyuman malaikat. Ia meletakkan baterai handphoneku
di dalam saku jaketku.
“Ga-gamsamhamnida, kau … siapa?”
“Park
Jungsoo imnida, kau?”
“Ah,
Kang Sora imnida.”
“Ini
sudah malam mau kuantar pulang?, disini dingin, bahaya juga seorang gadis
berkeliaran di malam hari sendirian.”
Aku
mengangguk cepat, wajahku memerah seketika. Ia menggandeng tanganku untuk
membantuku berdiri dari semak-semak.
Payah
… sepertinya aku juga jatuh cinta.
[
Don’t Worry, I Always Together With You ]
Michael Jackson – You’re Not Alone
You are not alone
I am here with you
Though we’re far apart
You’re always in my heart
You are not alone
Suaranya
selalu terdengar, suara yang selalu menggema di telingaku. Rekamannya sangat
jelas di otakku. Entah sejak kapan aku menjadi gila dibuatnya, mungkin ini
karena aku begitu merindukannya.
Dia
Shin Yoo Mi, Aku selalu merindukannya saat dia memanggilku ‘oppa’, aku merindukanya saat ia bilang ‘saranghae’, ia sangat lucu dengan wajah
merah padamnya, bahkan aku juga rindu saat ia berteriak ‘aku benci kamu’ dengan pipi chubby-nya
dan mulutnya yang ia sedikit majukan saat ia marah.
Aku pasti akan tersenyum sendiri ketika
mengingatnya. Sayangnya kita sudah tidak bersama. Pertengkaran itu,
pertengkaran yang tak bisa dihindari, sehingga kita harus berpisah hanya karena
kesalahpahaman.
“Hey,
Kim Jonghyun!, sampai kapan kau akan memikirkan gadis itu terus?.”
“Ah,
Onew hyung. Mianhae … sepertinya aku
belum bisa tampil lagi hari ini.” Aku menggaruk kepalaku yang tidak gatal.
“Waeyo?, kau tidak tau para penggemarmu
sudah menantikanmu?.”
“Entahlah,
mungkin otakku sedikit bermasalah. Setiap hari rasanya seperti hampa tanpanya.
Sampai sekarang saja, aku masih terbayang-bayang tentangnya.”
Minho
datang dari belakang, lalu menepuk dan mengusap-usap punggungku. Begitu juga
Key yang sedari tadi menatapku dengan cemas.
“Sebaiknya
kau lupakan dia. Masih banyak gadis di dunia ini,” jelas Minho
“Itu
benar, percayalah ia tidak akan kembali padamu.”
“Taemin
benar, gadis itu sudah pergi jauh meninggalkanmu.” tambah Onew hyung lagi.
Aku
hanya mengangguk, dan mengela nafasku panjang. Teman-temanku sudah sangat
menghawatirkanku, tak ada salahnya jika kucoba lupakan Yoo Mi.
Dengan
langkah yang berat aku kembali ke kamar. Kulirik jam di dinding, masih pukul 7
malam. Biasanya jam segini aku selalu menelpon Yoo Mi, dan tertawa bersamanya.
Sejak ia pergi, semuanya terasa berbeda.
You are not alone
I am here with you
Though we’re far apart
You’re always in my heart
You are not alone
Aku
mendengar suara itu lagi, suara saat dia memanggil-manggil namaku.
“Jonghyun
oppa.”
“Jonghyun
oppa.”
“Jonghyun
oppa….”
Suaranya
semakin jelas, dadaku bergemuruh. Tidak salah lagi ini adalah suara Yo Mi.
DOK
DOK DOK
Tiba-tiba
ada yang mengetuk jendela kamarku. Aku segera menoleh kebelakang, dan kulihat
sosok Yoo Mi yang tersenyum dan melambai-lambaikan tangannya padaku.
“WAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!!”
Tidak
apa jika ia menemuiku, tak masalah jika ia juga merindukanku … Tapi Yoo Mi
sudah meninggal 7 hari yang lalu!.
[ One Promise ]
Richard Marx – Right
here waiting for you
Wherever you go
Whatever you do
I will be right here waiting for
you
Whatever it takes
Or how my heart breaks
I will be right here waiting for
you
Siang telah berganti malam, bahkan bulan sudah mulai menampakkan sinarnya. Seorang wanita sedang tegak berdiri di sebuah taman. Matanya yang sayu menunjukkan betapa lelahnya ia. Tentu saja, itu karena ia sudah berdiri disana selama lebih dari 12 jam, menunggu seseorang yang tak kunjung datang.
“Yuri-ya! Apa yang kau lakukan disini?,” Minho
segera berlari menghampiri Yuri. Ia memarkirkan mobilnya di sembarang tempat,
lalu merengkuh Yuri dalam pelukannya.
“A-aku akan tetap
menunggunya, aku akan menunggunya sampai kapanpun!.”
“Yuri-ya, dengarkan aku. Donghae hyung tidak mungkin datang menemuimu….”
“WAE KAU BICARA BEGITU?, AKU YAKIN DIA AKAN DATANG, KAMI SUDAH
BERJANJI!,” Yuri menyeka air matanya yang mulai jatuh. Ia melepas pelukan
Minho, dan mulai berdiri lagi menunggu pria itu.
Jantung Minho serasa diremas
dan sakit, melihat gadis yang dicintainya tetap keras kepala mengharapkan pria
yang bahkan tidak lebih baik darinya. Ia sudah lelah menunggu, ia sudah lelah
mengalah, sekarang saatnya membuktikan kebenarannya.
“Ikut aku!,” Minho
menarik paksa lengan Yuri dan membawanya masuk ke mobilnya.
“Kau mau membawaku
kemana?!, bagaimana jika Donghae oppa
sudah datang?,”
Minho tidak menjawab
pertanyaan Yuri, dan memilih fokus mengendarai mobilnya. Mereka telah sampai di
suatu tempat. Sebuah rumah besar bertingkat tiga, rumah yang indah dan megah.
Seorang pria baru saja keluar dari balik pagar rumah tersebut.
“Donghae oppa!!!,” Yuri langsung berlari keluar
dari mobil Minho, dan segera memeluk erat pria itu.
“Kau pasti akan datang
kan?, kau akan menepati janji kita kan?, aku sudah menunggumu dari tadi di
taman.” Ucap Yuri dengan air mata mengucur deras dipipinya.
Bukannya disambut dengan
baik, pria itu malah mendorong Yuri, dan menjauhkan gadis itu dari tubuhnya.
“Siapa kau?, Wae kau sok akrab denganku hah?.”
“O-oppa… aku Yuri, kekasihmu. Bukankah kita sudah berjanji kita akan
menikah jika kau sukses dan kembali ke Mokpo?. Kau pernah berjanji akan
menemuiku di taman tempat kita pertama kali bertemu….”
Donghae tertawa tak
percaya, ia hanya menganggap wanita di depannya ini sudah gila.
“PERGI DARI SINI! AKU TIDAK MUNGKIN MENGENAL GADIS
DESA SEPERTIMU!.”
Tubuh Yuri terasa kaku.
Air matanya tak berhenti menetes, tangannya gemetar, hatinya tak bisa terima
kenyataan buruk ini. Orang yang selama ini diharapkannya, orang yang selalu dia
tunggu, orang yang selalu ia banggakan, kini membuangnya seperti sampah.
Donghae segera masuk ke
dalam mobilnya, dan melajukan kecepatan mobilnya dengan kencang.
CRAAAATS
Genangan air mengenai
tubuh Yuri. Bajunya basah kuyup dan kotor, lengkap sudah penderitaannya. Otot
kakinya melemas, ia mulai kehilangan keseimbangannya, pandangannya mengabur,
lalu semuanya gelap.
[Crazy
Think About Love]
Westlife
– More Than Words
More than words is all you have to do
To make it real then you wouldn't have to say
That you love me cause I'd already know
Lebih dari satu kata untuk
mengungkapkannya, lebih dari satu kata untuk menjelaskanya. Yah, tidak cukup
hanya satu kata untuk mengungkapkan rasa kagumku padanya.
Bagiku ia begitu indah. Kelembutanya,
elok tubuhnya, serta aromannya yang belum pernah bisa kulupakan. Setiap hari
rasanya ingin melihatnya, setiap hari rasanya ingin selalu ditemaninya. Ia
tidak ada duanya….
“Kyuhyun-ah, wae kau melamun terus
eoh?,” Eunhyuk hyung datang
memperingatiku yang sedari tadi diam sambil menyangga kepalaku dengan kedua
tangan.
“Hey, jawab aku!,” Eunhyuk hyung terus berteriak padaku, tapi aku
memilih untuk mengabaikannya dan kembali ke dalam dunia fantasiku.
Aku lebih memilih tetap menatapnya,
tetap memperhatikan kecantikanya. Ia juga sedang menatapku, memang ia tidak
memperlihatkanya, tapi aku tau dia juga tersenyum padaku.
And touch me hold me close don't ever let me go
More than words is all I'd ever needed you to
show
“Ah dasar Kyuhyun pabo!,”
Tiba-tiba Eunhyuk hyung merebut semangkuk mie instan yang sedari tadi kuperhatikan.
“Kembalikan padaku!, kalau mau beli saja
sendiri!.”
“Daripada terus kau pandangi terus,
mending aku makan saja,”
“Mwooo?.”
Eunhyuk hyung segera berlari meninggalkanku, tapi aku langsung menangkapnya,
menarik kerah baju belakangnya dan menjitak kepalanya. Memang tidak sopan, tapi
aku tidak peduli.
SRUUPPP, hmm rasanya benar-benar enak.
Bidadari Indonesia, hanya ada satu di dunia.
“Indomie… Seleraku.”
[Unvorgivable Fault]
Christina Perry
- A Thousand Years
I have died everyday waiting for you
Darling don’t be afraid I have loved you
For a thousand years
Aku berlari sekuat
tenaga, jantungku berdetak sangat cepat, tak peduli akan ,nafasku yang mulai
kehabisan udaranya, akan kukejar ia sampai akhir hayatku. Tujuanku hanya satu,
yaitu bertemu dengannya.
“Tunggu Sica-ya, bagaimana jika Lee Joon sudah
pergi?,” tanya Taeyeon yang ikut berlari di sampingku.
“Ani…, Ia baru saja membunuh
Presdir Seo 10 menit yang lalu, lalu lintas kota sangat padat, tidak
mungkin ia akan menghilang secepat itu.”
“Hey lihat disana!,
bukankah itu Lee Joon?,” nampak seorang pria berjubah hitam berlari memasuki
gedung kosong. Ia melempar sebuah kain yang sudah bersimbah darah ke tempat
sampah.
“Geure, cepat kita susul dia!,” Disaat aku ingin berlari mengejarnya
lagi, Taeyeon menggenggam erat pergelangan tanganku. Wajahnya terlihat sangat
cemas,
“Sica-ya, ini bahaya. Lebih baik kasus ini
kita serahkan pada polisi saja.”
Aku mendecak tak
percaya, “Taeyeon-ah, kita adalah
agen rahasia, agen detektif, agen yang selalu bekerja lebih baik dari polisi.
Jika kita serahkan kasus ini pada mereka, itu memperburuk reputasi kita.”
“Justru karena itu!,
membiarkan seorang kriminal berkeliaran adalah kesalahan terbesar kita,
reputasi kita sudah lama hancur tau!.”
“Tapi…, aku sudah
menunggu saat-saat ini. Tolong jangan halangi aku!.”
“Jessica Jung!,
berkali-kali aku memperingatkanmu, jangan dekati dia lagi!. Apa kau begitu
mencintainya sehingga tidak mau melepasnya?,” Taeyeon menggoyang-goyangkan
tubuhku dengan kasar, “Dia bisa saja membunuhmu, pria itu sudah gila!, dia
bahkan tega membunuh puluhan orang hanya demi uang.”
Taeyeon benar, Lee Joon
sudah banyak berubah. Dan Itu semua salahanku, maka dari itu akulah yang harus
menanggungnya!.
“Mianhaeyo!”
Aku segera mendorong
Taeyeon sampai jatuh dan berlari menjauh darinya.
“JESSICAAAAAAAA!!!.”
Aku akan terus berlari,
aku akan terus mengejarnya. Jika aku berhenti sekarang, jika aku menyerah,
semua akan menjadi lebih buruk. Malam ini, akan menjadi akhir dari segalanya!.
***
Di dalam gedung yang
gelap itu, aku mencari keberadaan Lee Joon. Dia tahu aku disini, aku yakin ia
tak akan lari. Karena mungkin ia memikirkan hal yang sama denganku.
“Lama tak bertemu, nona
Jung.”
JLEBB!
Kurasakan suatu yang
tajam menembus tubuhku, tak lama kemudian cairan kental mulai mengalir melewati
sela-sela kakiku. Tanpa kusadari Lee Joon sudah berada di belakangku.
Disaat pisau itu
ditarik, rasanya perih sekali.
“Hahaha, sekarang tidak
akan ada lagi yang menghalangiku.” Pria itu tertawa puas, dan berjalan berbalik
meninggalkanku.
Bodohnya aku mencintai
orang itu, bodohnya aku yang tak bisa melenyapkan perasaan ini, bodohnya aku…
bodohnya aku yang masih mengharapkannya!.
Dengan sisa tenagaku,
kuraih pistol yang kubawa di dalam saku jaketku. Aku mencoba berdiri dan
menarik pelatuknya.
DOOORRRR!!!
Peluru itu tepat
mengenai kepalanya. Sebelum ambruk, Lee Joon menatapku, “M-mustahil.…”
Tidak! Seharusnya aku membunuhmu
sejak dulu, seharusnya aku mengabaikan perasaanku, ini adalah kesalahan
terbesarku. Mengorbankan banyak nyawa,
hanya untuk melindungimu. Selamat tinggal, kini bebanku telah hilang.
[ PROLOG]
Cinta itu seperti musik…
Mengalir dan mengalun mengikuti irama
Tidak ada yang dapat menebak kelanjutanya
Tidak mudah mengetahui kisahnya
Kita hanya perlu mengikuti melodinya sampai musik itu berakhir
~~~~~ FIN ~~~~
Haha,
mian jika ceritannya aneh. Selamat mencoba!