Selasa, 10 Desember 2013

FF Games : Five Song Challenge


FANFICTION GAMES  “Five Songs Challenge”

[ Silakan pilih dan mainkan 5 judul lagu yang berbeda, dengarkan dan beri dirimu waktu 2 menit untuk menuliskan cerita tentang lagu yang baru saja kau dengar. Games ini untuk mengetes kecepatan berfikir kita dalam merangkai kata. Jangan curang, dan lihat hasilnyaa :D ]

Contoh            :



Five Songs Challenge "Love Like a Music"

Author             : Meilinda Cho

Length             : Contains of 5 drablles

Casts               : Various Artist

Rating             : General

Genre              : Angst, Action, Comedy, Horror, Romance

Disclaimer       : Saya mungkin gak pandai membuat diksi, saya mungkin juga gak begitu bagus merangkai kata. Tapi cerita ini murni dari otak saya sendiri. All casts dan Soundtrack adalah miliknya sendiri dan manajemennya. Saya hanyalah author yang meminjam namanya J.


[Kutukan Bernama Cinta]
SNSD - Diamond

When the snow begins to fly, above the smoky, smoky sky, you came

Along like a snowflake, and brightened up my day.

Hawa dingin merasuk ke pori-pori kulitku. Salju sudah turun, mantel dan jaket yang melilit tubuhku serasa tidak ada gunanya. Aku melihat arloji ditanganku, jam sudah menunjukan pukul 9 malam.

"Aissh, oppa lama sekali menjemputku, kemana orang itu?."

Aku meraih telepon genggamku yang sudah dingin seperti es batu.  Kutekan keypadnya dengan kasar, dan menulis nomor kakakku yang pabo itu.

TUUUUUT  TUUUUT

Tidak ada jawaban...

Aku mencoba menelponnya lagi,

"Yeoboseyo..."

"YA!!! KAU ADA DIMANA? AKU SUDAH MENUNGGUMU DARI TADI!," emosiku langsung meledak begitu kudengar suaranya.

Mi-mianhae, sepertinya aku tidak bisa menjemputmu. Min Young tiba-tiba demam tinggi jadi….”

“Cih, Aku ini adikkmu, wae kau hanya perhatian padanya?.”

“Bukan begitu, tadi aku sudah mencoba menghubungimu tapi….”

“Ah masa bodoh, aku benci kau!!!,”

Aku langsung menutup teleponnya tanpa mau mendengar alasannya. Tiba-tiba Handphoneku bergetar, Itu panggilan dari kakakku. Aku malas bicara dengannya lagi. Segera kulepas baterainya dari tempatnya, lalu kulempar entah kemana.
           
Air mataku jatuh, Kusandarkan tubuhku di tiang penyangga halte bus, mungkin kini tangisanku lebih deras daripada salju yang turun. Orang tuaku sudah meninggal, bagiku kakakku yang paling kusayangi, tapi kakak berubah sejak bertemu wanita jalang itu, wanita yang kini menyandang status sebagai kekasihnya!.


1 detik… 2 detik… aku menyadari sesuatu,


“Waaaah Paboya!, wae kulempar baterainya?,” Aku langsung melompat ke semak-semak dan segera mencarinya, jika tidak ada Hp, bagaimana aku bisa mencari bantuan?

Tanganku mulai gemetar karena kedinginan, memilah butiran-butiran salju yang menumpuk. Kepalaku sudah mulai pusing menahan suhu dingin. Ini sudah malam, apa ada orang disini? Seseorang tolong aku!

Tiba-tiba sesuatu yang hangat menyentuh pundakku, “Hey, Apa ini millikmu?.”

Oh, I have to hear your voice, the one that brings me joy
 
And your warmth slowly wraps around my heart… boy, can’t you see?

Aku mengalihkan pandanganku, jantungku serasa berhenti ketika melihat senyumnya, senyuman malaikat. Ia meletakkan baterai handphoneku di dalam saku jaketku.

Ga-gamsamhamnida, kau … siapa?”

“Park Jungsoo imnida, kau?”

“Ah, Kang Sora imnida.”

“Ini sudah malam mau kuantar pulang?, disini dingin, bahaya juga seorang gadis berkeliaran di malam hari sendirian.”

Aku mengangguk cepat, wajahku memerah seketika. Ia menggandeng tanganku untuk membantuku berdiri dari semak-semak.

Payah … sepertinya aku juga jatuh cinta.


 [ Don’t Worry, I Always Together With You ]
Michael  Jackson – You’re Not Alone

You are not alone

I am here with you

Though we’re far apart

You’re always in my heart

You are not alone

Suaranya selalu terdengar, suara yang selalu menggema di telingaku. Rekamannya sangat jelas di otakku. Entah sejak kapan aku menjadi gila dibuatnya, mungkin ini karena aku begitu merindukannya.

Dia Shin Yoo Mi, Aku selalu merindukannya saat dia memanggilku ‘oppa’, aku merindukanya saat ia bilang ‘saranghae’, ia sangat lucu dengan wajah merah padamnya, bahkan aku juga rindu saat ia berteriak ‘aku benci kamu’ dengan pipi chubby-nya dan mulutnya yang ia sedikit majukan saat ia marah. 

Aku pasti akan tersenyum sendiri ketika mengingatnya. Sayangnya kita sudah tidak bersama. Pertengkaran itu, pertengkaran yang tak bisa dihindari, sehingga kita harus berpisah hanya karena kesalahpahaman.

“Hey, Kim Jonghyun!, sampai kapan kau akan memikirkan gadis itu terus?.”
“Ah, Onew hyung. Mianhae … sepertinya aku belum bisa tampil lagi hari ini.” Aku menggaruk kepalaku yang tidak gatal.

Waeyo?, kau tidak tau para penggemarmu sudah menantikanmu?.”

“Entahlah, mungkin otakku sedikit bermasalah. Setiap hari rasanya seperti hampa tanpanya. Sampai sekarang saja, aku masih terbayang-bayang tentangnya.”

Minho datang dari belakang, lalu menepuk dan mengusap-usap punggungku. Begitu juga Key yang sedari tadi menatapku dengan cemas.

“Sebaiknya kau lupakan dia. Masih banyak gadis di dunia ini,” jelas Minho 

“Itu benar, percayalah ia tidak akan kembali padamu.”

“Taemin benar, gadis itu sudah pergi jauh meninggalkanmu.” tambah Onew hyung lagi.

Aku hanya mengangguk, dan mengela nafasku panjang. Teman-temanku sudah sangat menghawatirkanku, tak ada salahnya jika kucoba lupakan Yoo Mi.

Dengan langkah yang berat aku kembali ke kamar. Kulirik jam di dinding, masih pukul 7 malam. Biasanya jam segini aku selalu menelpon Yoo Mi, dan tertawa bersamanya. Sejak ia pergi, semuanya terasa berbeda.  

You are not alone

I am here with you

Though we’re far apart

You’re always in my heart

You are not alone

Aku mendengar suara itu lagi, suara saat dia memanggil-manggil namaku.

“Jonghyun oppa.”

“Jonghyun oppa.”

“Jonghyun oppa….”

Suaranya semakin jelas, dadaku bergemuruh. Tidak salah lagi ini adalah suara Yo Mi.

DOK DOK DOK

Tiba-tiba ada yang mengetuk jendela kamarku. Aku segera menoleh kebelakang, dan kulihat sosok Yoo Mi yang tersenyum dan melambai-lambaikan tangannya padaku.

“WAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!!”

Tidak apa jika ia menemuiku, tak masalah jika ia juga merindukanku … Tapi Yoo Mi sudah meninggal 7 hari yang lalu!.

[ One Promise ]
Richard Marx – Right here waiting for you

Wherever you go

Whatever you do

I will be right here waiting for you

Whatever it takes

Or how my heart breaks

I will be right here waiting for you

Siang telah berganti malam, bahkan bulan sudah mulai menampakkan sinarnya. Seorang wanita sedang tegak berdiri di sebuah taman. Matanya yang sayu menunjukkan betapa lelahnya ia. Tentu saja, itu karena ia sudah berdiri disana selama lebih dari 12 jam, menunggu seseorang yang tak kunjung datang.

“Yuri-ya! Apa yang kau lakukan disini?,” Minho segera berlari menghampiri Yuri. Ia memarkirkan mobilnya di sembarang tempat, lalu merengkuh Yuri dalam pelukannya.

“A-aku akan tetap menunggunya, aku akan menunggunya sampai kapanpun!.”

“Yuri-ya, dengarkan aku. Donghae hyung tidak mungkin datang menemuimu….”

WAE KAU BICARA BEGITU?, AKU YAKIN DIA AKAN DATANG, KAMI SUDAH BERJANJI!,” Yuri menyeka air matanya yang mulai jatuh. Ia melepas pelukan Minho, dan mulai berdiri lagi menunggu pria itu.

Jantung Minho serasa diremas dan sakit, melihat gadis yang dicintainya tetap keras kepala mengharapkan pria yang bahkan tidak lebih baik darinya. Ia sudah lelah menunggu, ia sudah lelah mengalah, sekarang saatnya membuktikan kebenarannya.

“Ikut aku!,” Minho menarik paksa lengan Yuri dan membawanya masuk ke mobilnya.

“Kau mau membawaku kemana?!, bagaimana jika Donghae oppa sudah datang?,”

Minho tidak menjawab pertanyaan Yuri, dan memilih fokus mengendarai mobilnya. Mereka telah sampai di suatu tempat. Sebuah rumah besar bertingkat tiga, rumah yang indah dan megah. Seorang pria baru saja keluar dari balik pagar rumah tersebut.

“Donghae oppa!!!,” Yuri langsung berlari keluar dari mobil Minho, dan segera memeluk erat pria itu.

“Kau pasti akan datang kan?, kau akan menepati janji kita kan?, aku sudah menunggumu dari tadi di taman.” Ucap Yuri dengan air mata mengucur deras dipipinya.

Bukannya disambut dengan baik, pria itu malah mendorong Yuri, dan menjauhkan gadis itu dari tubuhnya.

“Siapa kau?, Wae kau sok akrab denganku hah?.”

O-oppa… aku Yuri, kekasihmu. Bukankah kita sudah berjanji kita akan menikah jika kau sukses dan kembali ke Mokpo?. Kau pernah berjanji akan menemuiku di taman tempat kita pertama kali bertemu….”

Donghae tertawa tak percaya, ia hanya menganggap wanita di depannya ini sudah gila.

“PERGI  DARI SINI! AKU TIDAK MUNGKIN MENGENAL GADIS DESA SEPERTIMU!.”

Tubuh Yuri terasa kaku. Air matanya tak berhenti menetes, tangannya gemetar, hatinya tak bisa terima kenyataan buruk ini. Orang yang selama ini diharapkannya, orang yang selalu dia tunggu, orang yang selalu ia banggakan, kini membuangnya seperti sampah.

Donghae segera masuk ke dalam mobilnya, dan melajukan kecepatan mobilnya dengan kencang.

CRAAAATS

Genangan air mengenai tubuh Yuri. Bajunya basah kuyup dan kotor, lengkap sudah penderitaannya. Otot kakinya melemas, ia mulai kehilangan keseimbangannya, pandangannya mengabur, lalu semuanya gelap.


[Crazy Think About Love]
Westlife – More Than Words

More than words is all you have to do

To make it real then you wouldn't have to say

That you love me cause I'd already know

Lebih dari satu kata untuk mengungkapkannya, lebih dari satu kata untuk menjelaskanya. Yah, tidak cukup hanya satu kata untuk mengungkapkan rasa kagumku padanya.  

Bagiku ia begitu indah. Kelembutanya, elok tubuhnya, serta aromannya yang belum pernah bisa kulupakan. Setiap hari rasanya ingin melihatnya, setiap hari rasanya ingin selalu ditemaninya. Ia tidak ada duanya….

“Kyuhyun-ah, wae kau melamun terus eoh?,” Eunhyuk hyung datang memperingatiku yang sedari tadi diam sambil menyangga kepalaku dengan kedua tangan.

“Hey, jawab aku!,” Eunhyuk hyung terus berteriak padaku, tapi aku memilih untuk mengabaikannya dan kembali ke dalam dunia fantasiku.

Aku lebih memilih tetap menatapnya, tetap memperhatikan kecantikanya. Ia juga sedang menatapku, memang ia tidak memperlihatkanya, tapi aku tau dia juga tersenyum padaku.

And touch me hold me close don't ever let me go

More than words is all I'd ever needed you to show

“Ah dasar Kyuhyun pabo!,” 

Tiba-tiba Eunhyuk hyung merebut semangkuk mie instan yang sedari tadi kuperhatikan.

“Kembalikan padaku!, kalau mau beli saja sendiri!.”

“Daripada terus kau pandangi terus, mending aku makan saja,”

Mwooo?.”

Eunhyuk hyung segera berlari meninggalkanku, tapi aku langsung menangkapnya, menarik kerah baju belakangnya dan menjitak kepalanya. Memang tidak sopan, tapi aku tidak peduli.

SRUUPPP, hmm rasanya benar-benar enak. Bidadari Indonesia, hanya ada satu di dunia.

“Indomie… Seleraku.”


[Unvorgivable Fault]
Christina  Perry  -  A Thousand Years

I have died everyday waiting for you

Darling don’t be afraid I have loved you

For a thousand years

Aku berlari sekuat tenaga, jantungku berdetak sangat cepat, tak peduli akan ,nafasku yang mulai kehabisan udaranya, akan kukejar ia sampai akhir hayatku. Tujuanku hanya satu, yaitu bertemu dengannya.

“Tunggu Sica-ya, bagaimana jika Lee Joon sudah pergi?,” tanya Taeyeon yang ikut berlari di sampingku.

Ani…, Ia baru saja membunuh  Presdir Seo 10 menit yang lalu, lalu lintas kota sangat padat, tidak mungkin ia akan menghilang secepat itu.”

“Hey lihat disana!, bukankah itu Lee Joon?,” nampak seorang pria berjubah hitam berlari memasuki gedung kosong. Ia melempar sebuah kain yang sudah bersimbah darah ke tempat sampah.

Geure, cepat kita susul dia!,” Disaat aku ingin berlari mengejarnya lagi, Taeyeon menggenggam erat pergelangan tanganku. Wajahnya terlihat sangat cemas,

“Sica-ya, ini bahaya. Lebih baik kasus ini kita serahkan pada polisi saja.”

Aku mendecak tak percaya, “Taeyeon-ah, kita adalah agen rahasia, agen detektif, agen yang selalu bekerja lebih baik dari polisi. Jika kita serahkan kasus ini pada mereka, itu memperburuk reputasi kita.”

“Justru karena itu!, membiarkan seorang kriminal berkeliaran adalah kesalahan terbesar kita, reputasi kita sudah lama hancur tau!.”

“Tapi…, aku sudah menunggu saat-saat ini. Tolong jangan halangi aku!.”

“Jessica Jung!, berkali-kali aku memperingatkanmu, jangan dekati dia lagi!. Apa kau begitu mencintainya sehingga tidak mau melepasnya?,” Taeyeon menggoyang-goyangkan tubuhku dengan kasar, “Dia bisa saja membunuhmu, pria itu sudah gila!, dia bahkan tega membunuh puluhan orang hanya demi uang.”

Taeyeon benar, Lee Joon sudah banyak berubah. Dan Itu semua salahanku, maka dari itu akulah yang harus menanggungnya!.

Mianhaeyo!

Aku segera mendorong Taeyeon sampai jatuh dan berlari menjauh darinya.

“JESSICAAAAAAAA!!!.”

Aku akan terus berlari, aku akan terus mengejarnya. Jika aku berhenti sekarang, jika aku menyerah, semua akan menjadi lebih buruk. Malam ini, akan menjadi akhir dari segalanya!.

***

Di dalam gedung yang gelap itu, aku mencari keberadaan Lee Joon. Dia tahu aku disini, aku yakin ia tak akan lari. Karena mungkin ia memikirkan hal yang sama denganku.

“Lama tak bertemu, nona Jung.”

JLEBB!

Kurasakan suatu yang tajam menembus tubuhku, tak lama kemudian cairan kental mulai mengalir melewati sela-sela kakiku. Tanpa kusadari Lee Joon sudah berada di belakangku.
Disaat pisau itu ditarik, rasanya perih sekali.

“Hahaha, sekarang tidak akan ada lagi yang menghalangiku.” Pria itu tertawa puas, dan berjalan berbalik meninggalkanku.

Bodohnya aku mencintai orang itu, bodohnya aku yang tak bisa melenyapkan perasaan ini, bodohnya aku… bodohnya aku yang masih mengharapkannya!.

Dengan sisa tenagaku, kuraih pistol yang kubawa di dalam saku jaketku. Aku mencoba berdiri dan menarik pelatuknya.

DOOORRRR!!!

Peluru itu tepat mengenai kepalanya. Sebelum ambruk, Lee Joon menatapku, “M-mustahil.…”

Tidak! Seharusnya aku membunuhmu sejak dulu, seharusnya aku mengabaikan perasaanku, ini adalah kesalahan terbesarku.  Mengorbankan banyak nyawa, hanya untuk melindungimu. Selamat tinggal, kini bebanku telah hilang.

[ PROLOG]

Cinta itu seperti musik…

Mengalir dan mengalun mengikuti irama

Tidak ada yang dapat menebak kelanjutanya

Tidak mudah mengetahui kisahnya

Kita hanya perlu mengikuti melodinya sampai musik itu berakhir



~~~~~ FIN ~~~~
 



Haha, mian jika ceritannya aneh. Selamat mencoba!